Kalau Hidup Adalah Lomba, Mungkin Kita Semua Pelari yang Salah Jalur
Ehh... tunggu bentar, jadi ini adalah tulisan ngawur yang meyakinkan, lucu yang menyakitkan, dan tanpa sengaja bisa jadi kontemplatif. Mari kita lihat dari sisi eksistensial, mengapa manusia begitu fanatik mengejar “ TUJUAN ”, bahkan saat hidupnya sendiri tak pernah dia definisikan dengan jujur. Jadi kek gini, aku curiga ada yang salah dengan hidup ini sejak pertama kali kita diajari berdoa sambil meletakkan harapan di luar diri kita. Kita diajari mengejar BERKAT , bukan MENGOLAH keberadaan. Diajari berlari menuju kesuksesan, bukan BERDIALOG dengan kebahagiaan. Diajari menjadi lebih baik dari yang lain, bukan LEBIH JUJUR DENGAN DIRI SENDIRI. Kau tahu. sialnya, semua itu dibungkus rapi dalam kata-kata motivasi. Dalam seminar mahal, dalam spanduk murahan, dan dalam status WhatsApp kakak-kakak gereja. Tanpa sadar, kita semua jadi pelari. Lari dari rasa cukup. Mungkin lari dari keheningan. Atau bahkan lari dari pertanyaan, “Apa sebenarnya yang aku kejar ini?” Beberapa or...