Obor hatiku yang remang
Dainang br Soembajak “Ai maraha do ham in???...” “Ehee baenma, asal biar ada ajalah kegiatan, senang aja liat cabe-cabeku ini ramos marbuah...” Jawabnya santai dari seberang sana. Itulah awal percakapan kami waktu aku nge-video call mamak sore kemarin. Diangkatnya memang VC-ku tadi, tapi bukannya bilang hallo apa kabar atau apa kek. Malah kek ngevlog gitu pulak dia. Dipamerkannya tommat, cabe sama semua suan-suanannya yang ada dibelakang rumah. Katanya udah banyak hasil panennya dari cabe yang ditanaminya itu. Padahal dia hanya menanam pake media tanah diatas pot, gak langsung ke bumi. Tapi hasilnya bagus. Cabe-cabenya merah semua, tommatnya pun mulai banyak yang masak. “Ehee kalau untuk yang mau ku makannya mending kubeli aja ke pasar, tapikan bukan karna itu. Melihat tanam-tanaman kita berbuah subur ada ketenangan tersendiri, rasanya sebahagia itu.” kata mamak kami sambil mulai nunjukkan wajahnya di depan video call kami tadi. Memang mamak kami ini type orang yang g...