Salam Maria 🕊
Orang-orang selalu membutuhkan satu bulan khusus untuk mengingat sesuatu yang seharusnya tak pernah mereka lupakan. Siapa itu, ya Bunda Maria. Para umat sering menyebutnya bulan May adalah bulan Maria. Mereka mendaraskan doa rosario yang diulang-ulang. Semua tampak khusyuk, tertib, dan benar. Tetapi kebenaran yang terlalu sering diulang, tanpa pernah benar-benar dihidupi, perlahan berubah menjadi kebiasaan yang kosong. Maria dipuji karena ketaatannya, itu yang selalu dikatakan. Namun ketaatan bukan sesuatu yang mudah dikagumi saat kita benar-benar menjalaninya. Ketaatan itu menuntut manusia berhenti memaksakan kehendaknya sendiri. Dan di situlah banyak orang mulai mundur pelan-pelan. Itulah sepenggal homili Pastor tarekat MSF petang itu. Beberapa hari sebelum 30 April itu, aku membaca dengan seksama pengumuman tentang misa pembukaan bulan Maria di Katedral Semarang. Aku menyimpan tanggal itu pada notes di ponselku. Semua itu bukan karena dorongan iman yang ...