Postingan

A New Day Has Come

  Pagi itu kami lagi sibuk-sibuknya. Aku sama adekku Egi Dmnk dari pagi sudah hessang kesana kemari mengurus banyak hal. Pokoknya ada banyaklah urusan yang harus segera diselesaikan. Di tengah kesibukan itu, tiba-tiba handphoneku berdering. “Roy, posisimu sekarang dimana?” tanya seseorang dari seberang. “Masih di Semarang.” “Kekmana? Ada apa?” “Wah, kukira kau sudah di Sumatra.” Aku cuma menjawab seperlunya. Belum ada firasat apa-apa. Kupikir itu hanya percakapan biasa. Sampe dia ngomong lagi, “Coba kau ngobrol sama Mona Lumban Tobing. Nanti biar kalian aja yang diskusi.” Tak lama kemudian aku menghubungi Kak Mona. Dari situ kami langsung Zoom bersama pihak perusahaan yang katanya sedang membutuhkan tenaga baru itu. Sementara aku sedang berbicara dengan mereka, Egi masih meneruskan urusan kami yang lain. Kalau kuingat lagi, hari itu memang padat sekali. Rasanya hampir tak ada waktu untuk duduk tenang. Anehnya, disituasi seperti itu masih sempat pula awak untuk mengikuti proses...

Catatan Terakhir si-Kuda Liar

Bahkan seonggok besi tua itu pun rupanya tahu kapan waktunya dia berhenti ikut mengiringi perjalananku. Mati dan, dia tak minta diperbaiki lagi.  “Mas, uang kost bulan depan naik ya jadi 625.” “Siap ibu, terimakasih informasinya.” Tau kalau uang kost bulan depan naik jadi 625, aku pun makin mantap untuk meninggalkan biara murti yang sudah hampir 9 tahun kutinggali ini. Sanggup pulak rupanya ibu kepala biara kami ini menaikkan uang sewa ke awak yang penghuni lama. Makanya kuanggap ada dua gondangnya kenapa dinaikkannya uang sewa itu. Pertama, memang karna pengen untung lebih banyak. Kedua, ya mungkin memang ada niat mau mengusir awak pelan-pelan. Soalnya udah terlalu lama juga awak tinggal disini. Kupikirkan matang-matang maksudnya itu. Makanya pelan-pelan mulai kubereskan barang-barangku. Buku-buku, kertas-kertas lama, perabotan, mading, sama barang-barang lain mulai kubongkar satu-satu. Termasuk niat untuk menjual si kuda liarku ini. Langsunglah kutawarkan ke orang-orang dari mark...

Obor hatiku yang remang

Gambar
  Dainang br Soembajak “Ai maraha do ham in???...” “Ehee baenma, asal biar ada ajalah kegiatan, senang aja liat cabe-cabeku ini ramos marbuah...” Jawabnya santai dari seberang sana.  Itulah awal percakapan kami waktu aku nge-video call mamak sore kemarin.  Diangkatnya memang VC-ku tadi, tapi bukannya bilang hallo apa kabar atau apa kek. Malah kek ngevlog gitu pulak dia. Dipamerkannya tommat, cabe sama semua suan-suanannya yang ada dibelakang rumah. Katanya udah banyak hasil panennya dari cabe yang ditanaminya itu. Padahal dia hanya menanam pake media tanah diatas pot, gak langsung ke bumi. Tapi hasilnya bagus. Cabe-cabenya merah semua, tommatnya pun mulai banyak yang masak. “Ehee kalau untuk yang mau ku makannya mending kubeli aja ke pasar, tapikan bukan karna itu. Melihat tanam-tanaman kita berbuah subur ada ketenangan tersendiri, rasanya sebahagia itu.” kata mamak kami sambil mulai nunjukkan wajahnya di depan video call kami tadi. Memang mamak kami ini type orang yang g...

Salam Maria 🕊

Gambar
Orang-orang selalu membutuhkan satu bulan khusus untuk mengingat sesuatu yang seharusnya tak pernah mereka lupakan. Siapa itu, ya Bunda Maria. Para umat sering menyebutnya bulan May adalah bulan Maria. Mereka mendaraskan doa rosario yang diulang-ulang.  Semua tampak khusyuk, tertib, dan benar.  Tetapi kebenaran yang terlalu sering diulang, tanpa pernah benar-benar dihidupi, perlahan berubah menjadi kebiasaan yang kosong.  Maria dipuji karena ketaatannya, itu yang selalu dikatakan. Namun ketaatan bukan sesuatu yang mudah dikagumi saat kita benar-benar menjalaninya. Ketaatan itu menuntut manusia berhenti memaksakan kehendaknya sendiri. Dan di situlah banyak orang mulai mundur pelan-pelan.  Itulah sepenggal homili Pastor tarekat MSF petang itu.  Beberapa hari sebelum 30 April itu, aku membaca dengan seksama pengumuman tentang misa pembukaan bulan Maria di Katedral Semarang. Aku menyimpan tanggal itu pada notes di ponselku. Semua itu bukan karena dorongan iman yang ...

Jum'at pertama dibulan May

Gambar
  Cemana jos, jadinya pembinaan sabtu ini? jadinya aku harus ikut? begitu tanyaku membuka obrolan via whatsapp ke si-jos juntak, sang ketua Namaposo kami, “Waduh gimana mau ku bilang yaa bang, sebenarnya kalo dari pembicaraan kami dengan Kela RMS, "ajak pengurus baru dan pengurus-pengurus yang lama untuk ikut pembinaan hari Sabtu ini" itu kemarin kata Kela itu bang. Tapi ngga ada kata wajib sebenarnya bang untuk pengurus2 yang lama untuk hadir bang. Yang menjadi wajib itu bagi pengurus2 yang baru bang. (Ada juga sebenarnya di singgung Kela itu untuk ajak abng juga). Tapi kalo harapanku orang abng juga bisa menghadiri nya (supaya sekalian menemani kami pengurus baru bang, yang bisa dibilang masih kurang pengalaman dan masih malu-malu untuk bertanya bang)”.  Itulah jawaban si-Jos sang ketua yang ku-Copas langsung dari obrolan kami sebelumnya. Menurutku terlalu dialogis, dan terlalu Jos Juntak memang. Tapi okelah...  Lantas dengan ringan hati kujawab, “Oke siap. Nanti aku da...