Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Sembilan Pemuda Berbahaya

Kami menyebut diri sebagai Pemuda Berbahaya. Sebutan itu muncul dari mulut adikku, si-Egi Maulana Damanik disuatu malam ketika kami sedang bercanda² tak jelas.  Tak ada ancaman apa pun dalam nama itu,  apa lagi maksud untuk mengangkat semangat dan jiwa kriminil para anggotanya, malahan nama itu timbul dari kehangatan, dan dari rasa akrab yang tumbuh perlahan diantara kami.  Pemuda Berbahaya terdiri dari sembilan orang, dan satu orang yang menertibkan langkah kami yaitu teh Tri Masriana Purba, si-manajer kami, begitu kami memanggilnya. Untuk ketua, sebenarnya tak pernah ada. Tapi dalam diam, kami sepakat menunjuk satu orang yang paling tenang sikapnya, paling sabar menampung kegaduhan, dan paling konyol dari semuanya, itu dia Heryadi Sipayung. Aku salah satu dari sembilan orang itu.  Dan, setiap orang datang dari tempat yang berbeda. Seperti Joel Sinaga dari Medan, Rafael Ginting dari Pematang Siantar, Yeremia Albanel Munthe dari Tangerang, dan Jeremy Malvin Sitohang ...

Ito si Poriban: Mastiur Simbolon

Seperti biasa, di biara Murti ini, gelapnya malam selalu datang tiba² sekali, dan seperti biasanya juga aku duduk diam tenang sambil menikmati segelas air jahe tawar panas, yang aku dan adikku Egi baru membelinya dari Ngesrep, tempat air jahe ini dijajalkan oleh seorang pria yang berasal Salatiga.  Di sini, di-Biara inilah aku sering merenung,  dalam kesunyian yang tak lagi kurasakan sebagai lawan. Malam bagi sebagian orang adalah waktu untuk beristirahat. Bagi sebagian lain, malam adalah ruang antara, tempat jiwa bertemu dengan dirinya sendiri. Di sana, aku sering melihat kembali diriku yang dulu, seseorang yang pernah diperhitungkan, yang suaranya sangat didengarkan, yang namanya disebut dalam rapat dan kegiatan, yang berdiri di depan banyak orang dengan penuh keyakinan. Aku pernah menjadi Ketua Namaposo GKPS Semarang. Empat tahun lamanya. Selain itu, Lebih dari sepuluh tahun yang silam, aku pernah juga menjadi Ketua Bimbingan Rohani Kristen di SMA. Perhimpunan yang sangat d...